Berani Menikah

04.41.00

Hahhhh....
Hahhhhhh....

Hahhhhhhhh....

Udah jam 5 pagi...??? Udah Shubuh. Tapi belum bisa tidur juga.
Mikirin apa sih ni otakku sampe ga bisa tidur gini..??
Mikirin Utang..???Ada, tapi belum di tagih. heheh...
Nulis Blog..???Udah tadi tapi di i-news (admin ni ceritanya)
Otak kanan apa otak kiri ya ni yang kepake...??
Abis ngomongin masalah nikah gini jadinya (jadi ceritanya [lagi] ada yang nantangin...hallah)

Jadi gini, Otak kiri terlalu rasional, sedangkan otak kanan irasional. Semakin orang pintar terkadang semakin rasional. Agar punya pengalaman yang unik dalam pernikahan, menikahlah dengan dengan yang beda suku dan daerah asal. Karena akan sangat unik. Kalau terjadi pertengkaran tidak akan lari ke mertua. Dengan menikah jauh itu, minimal orang semiskin-miskinnya pun akan naik bis antar kota antar propinsi. Jangan terlalu rumit-rumit menikah itu, permudahlah.

Hati-hati yang uangnya terlalu banyak dan pendidikannya terlalu tinggi, biasanya perhitungannya terlalu matematis. Bila menikah itu tidak cocok justru itu menarik karena ada tantangannya. Bila menikah itu kurang cinta, justru itu luar biasa paling menarik. Karena banyak yang pacaran lama tapi akhirnya putus. Nikah itu tinggal bersabar dan bersyukur.

Jangan terlalu banyak rumus dalam pernikahan. Maka jika ingin siap menikah, sabarnya harus sangat bagus dan syukurnya pun harus sangat bagus. Orang yang sangat bagus adalah orang yang dalam posisi sabarnya sangat baik dan syukurnya sangat baik, karena dia akan bersabahat. Karena nanti masalah akan selalu ada. Kalau sabarnya sangat baik, syukurnya sangat kurang, nanti pasif terhadap masalah. Kalau sabarnya sangat kurang, syukurnya sangat baik, nanti pasif pula terhadap masalah. Sedangkan, bila sabarnya sangat kurang syukurnya sangat kurang, maka reaktif terhadap masalah. Bila kita siap menikah mari kita nikmati segala kekurangan pasangan kita, karena latar belakangnya yang berbeda. Yang penting kita tingkatkan rasa sabar kita dan rasa syukur kita. Tidak ada masalah itu. Tidak rumit-rumit amat, biasa saja.

Bila kita memikirkan menikah itu susah, maka susah betulan. Bila kita memikirkan bahwa menikah itu mudah, maka Allah akan memudahkannya, sebagaimana hadis qudsi "Allah itu sebagaimana persangkaan hamba-Nya".

Keberanian itu penting. Banyak laki-laki yang minder tidak berani karena tidak ada pekerjaan, maka pihak wanita jangan terlalu menonjolkan optimalisasi dirinya. Dan kaum wanita pun harus berani menyatakan. Permasalahannya adalah yang penting gerak, bukan hanya siap-siap saja. Oleh karena itu proklamasikan diri kita bahwa kita adalah orang yang pemberani untuk menikah.

You Might Also Like

4 komentar

  1. hahaha..menarik juga posting-nya..tapi aku agak kurang setuju klo perempuan harus menyatakan duluan krn bagi aku itu tetep jadi tugasnya laki2..aku pernah ilfil bgt ma cwo karena dia cuma brani ngasi sinyal klo dia suka tapi dia mw-nya aku yang nembak dluan (padahal usianya jauh lebih tua dari aku)

    BalasHapus
  2. ngasih sinyal ya..??
    towernya dimana..???
    heheh

    BalasHapus
  3. serius amat pembahasannya....

    jadilah laki2 yg pemberani dan bertanggung jawab..
    wanita menonjolkan optimalisasi dirinya??????? saya rasa itu wajar, tapi dalam batas yg masih bisa ditolerir.
    brani menikah bukan hanya krn ditantangin tapi ketulusan hati dan cinta..
    menikah itu ibadah...

    BalasHapus
  4. Ya gitu deh....

    jadilah pejantan Tangguh..
    hehehe....
    karena pejantan tangguh adalah pemberani.

    iya sih...
    sebenerna pengen menikah karena ketulusan hati cinta karena itu ibadah.
    tapi mw gimana, klo menikah itu di persulit..??

    BalasHapus

Followers

Flickr Images