Waspadai Mental Narsis Tersembunyi

19.00.00


Menurut study dari University of Georgia, pengguna Facebook dengan jumlah jaringan pertemanan yang besar didalamnya, juga wallpost, sepertinya sekarang memiliki sifat dan mental narsisme. Laura Buffardi, seorang mahasiswa kedokteran psikologi dari University of Georgia, juga professor W. Keith Campbell telah melakukan survey terhadap 130 pengguna Facebook, dan kemudian menganalisa halaman Facebook mereka, dan menanyakan kepada orang awam untuk mengakses pembuat halaman yang narsis tersebut.

Campbell mengungkapkan bahwa narsisme bersembunyi dalam kemampuan untuk membuat pertemanan yang sehat. Narsisme mungkin mirip dengan pesona diri, namun mereka mempergunakan narsisme untuk kepentingan mereka. Mereka bahkan bisa menyakiti orang lain di sekitar mereka dan mereka juga bisa menyakiti diri mereka sendiri.


Facebook kemudian menggunakan banyak usaha untuk mempromosikan dirinya dan kuantitas pertemanan didalamnya, melebihi situs lain. Hal inilah yang didefinisikan Campbell sebagai narsisme. Campbell dan peneliti lainnya telah memilih Facebook karena popularitasnya dan oleh karena format situsnya yang berupa profil social, sehingga lebih mudah untuk membandingkannya.

Sifat narsisme boleh dikategorikan sebagai kekurangan, seperti yang dikemukakan Mayo Clinic, “Kepribadian yang narsis adalah kekurangan mental yang dapat membuat seseorang menaikkan rasa untuk kepentingan dirinya dan melakuka pemujaan terlalu mendalam terhadap diri sendiri. Mereka percaya bahwa superioritas mereka melebihi orang lain dan hanya sedikit menghargai perasaan orang. Namun, di balik topeng super percaya diri, di dalamnya terdapat kerapuhan yang akan menukik tajam ketika mendapatkan kritikan.

Campbell menuturkan, orang atau perusahaan seperti Facebook yang memiliki narsisme biasanya justru memiliki pikiran positif terhadap dirinya. Skor narsisme yang tinggi dapat membantu seseorang untuk mengembangkan intelegensi, power, dan aksi fisik yang unik. Mereka yang memiliki level narsisme yang tinggi, pada umumnya memiliki jumlah teman Facebook yang banyak. Pengguna Facebook secara khusus berharap bahwa halaman profilnya tidak terlihat sebagai sifat narsisme.

Sumber : BeritaNet.com

You Might Also Like

2 komentar

  1. cuma mau mengingatkan...
    link di bawah titile post (pd edit post) dihilangkan aja..
    klo masih lom mudeng, klik aja judul posting di atas..

    BalasHapus
  2. ok deh mas..

    ga mudeng pulak aku ini..
    makasih ya mas..
    hehe

    BalasHapus

Followers

Flickr Images