Bencana itu...

12.05.00

Bencana alam, tsunami, gempa, banjir bandang dan masih banyak bencana lainnya yang seakan - akan menghantui kehidupan kita.

Belum usai terbasuh airmata di berbagai daerah di Indonesia, negeri ini kembali harus terluka. Makin mengangalah luka ini, masih keraslah jerit kepedihan ini, bertambahlah suara tangis yang terdengar, dan semakin pilu hati ini merasakannya.

Allah menunjukkan tanda-tanda akan berakhirnya segala kehidupan dunia dan segera mendatangkan hari kiamat? Wallahu A’lam.

Masih ingat Bencana Gempa di Tasik..?? itu terjadi pada pukul 15:04 WIB.
Kemarin di Padang terjadi pukul 17:16 WIB dengan Gempa susulannya 17:58.
Esoknya terjadi lagi Gempa di Jambi pada pukul 08:52 WIB..
Terus..?? Apa hubungan GEMPA dengan jam - jam tersebut..??

Allah telah membekali kita dengan Akal Pikiran, jadi kenapa tidak dimanfaatkan...??
Cobalah perhatikan, Angka-angka tersebut diatas jika angka Jam di jadikan Surah dan angka Menit di jadikan Ayat.

kemudian mari kita buka Al Qur'an.

Sesuaikan dengan jam-jam di atas,

Pukul 15:04 = Al Hijr ayat 4

Pukul 17:16 = Al Isra' ayat 16

Pukul 17:58 = Al Isra' ayat 58

Pukul 08:52 = Al Anfaal ayat 52


Ini dia terjemahan dari ayat-ayat tersebut diatas :

Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.
QS. al-Hijr (15) : 4

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
QS. al-Isra' (17) : 16

Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
QS. al-Isra' (17) : 58

(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.
QS. al-Anfal (8) : 52


Maha Besar Allah...Sungguh tiada Tuhan melainkan Allah..

Taubat seperti apakah yang harus kami tunjukkan kepadaMu ya Allah, agar Engkau yakin bahwa kami benar-benar takut akan adzabMu, bahwa kami begitu menyesal atas semua kekhilafan dan langkah sesat yang pernah terlintasi. Dengan cara apa lagi Ya Rabb kami membuatMu percaya akan janji kami untuk tak lagi melanggar larangan sekaligus mentaati semua perintahMu.

Haruskah Engkau menunjukkan kekuasaan yang Mahadahsyat itu untuk membuat kami takut kepadaMu? Padahal dengan semua yang pernah terjadi sebelumnya sudah membuat kami begitu ketakutan. Perlukah Engkau membuat kami kembali menangis, menghabiskan sejuta lembar sapu tangan untuk membasuhnya hanya untuk membuat kami yakin bahwa Engkau Maha Berkuasa? Padahal dengan apa yang pernah Engkau tunjukkan sebelumnya, telah cukup bagi kami.

Mungkin Engkau belum benar-benar yakin akan taubat kami, boleh jadi Engkau tak pernah menganggap ketakutan kami akan adzabMu itu adalah ketakutan yang teramat sangat, sehingga Engkau merasa perlu sekali lagi, dan entah akan berapa kali lagi membuat kami mengucurkan airmata.

Ya Rabb, sungguh kami takut kepadaMu.
Sungguh demi nama AgungMu kami tak pernah berani menantangMu.
Demi segala KekuasaanMu, cukuplah airmata di bencana menjadikan kami hamba-hamba yang tak pernah alpa menyebut namaMu.
Jika itu semua tak cukup. Mungkin benar, bahwa Engkau telah bosan terhadap kami.
Satu pinta kami Ya Rabb, jangan lepaskan kami dari genggamanMu.

You Might Also Like

6 komentar

  1. bencana memang tidak terelakkan lagi..
    semoga saja tidak terjadi bencana lagi,,
    salam dari blogger jambi :)

    BalasHapus
  2. banyak orang was2 akan datangnya bencana kembali, karena mereka sadar daerah kepulauan yang rawan gempa. hanya dengan Iman, mereka bisa menghilangkan rasa takut itu. semoga bumi tenteram dan mapan, sehingga tidak perlu gempa yan berkekuatan tingi lagi.

    BalasHapus
  3. Bencana yang datang seharusnya menjadikan kita sadar bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan terus memperbaiki diri agar tak menyesal di kemudian hari

    BalasHapus
  4. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik semua bencana yg datang bang..

    BalasHapus
  5. @Masa Depan : Salam blogger juga....Turut berduka atas bencana di jambi.

    @Soulharmony : terima kasih atas kunjungannya

    @Badruz : Semoga kita sebagai manusia bisa menghindari dosa sekecil mungkin

    @Marpaung : seharusnya begitu bang...

    @Erwin : Hikmah selalu ada bang...tapi manusia yang lain tidak bisa memetik hikmahnya.

    BalasHapus

Followers

Flickr Images