Orang Pintar VS Orang Bodoh versi Bob Sadino

17.47.00

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

2. Miskin Keberanian untuk memulai – Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses – Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

post signature

You Might Also Like

16 komentar

  1. wah.. Benar banget.. Gak selamanya orang bodoh selalu diinjak-injak.. Orang bodoh pun bisa dijadikan motivasi hidup untuk orang pintar dan sebaliknya. Nice info.. Thx..

    BalasHapus
  2. 20 Point yang patut direnungkan. Menunjukan bahwa Allah Maha Adil, setiap yang memiliki kelebihan pasti diberi pula kekuranagn. Sebuah cambuk bagi yang Bodoh, dan peringatan bagi yang pintar.

    Salam Sahabat

    BalasHapus
  3. @Gado - Gado : setubuh....

    @Foto Unik : benar sekali...

    BalasHapus
  4. Pilih yang mana ya? Aku pilih orang bodoh yang sadar akan kebodohanya saja ah...biar mau terus belajar hehe....

    BalasHapus
  5. "Nasehat" yang seharusnya bisa menohok nurani kita, bahwasanya kepintaran terkadang juga melahirkan "kebodohan-kebodohan" yang terlupakan

    BalasHapus
  6. Ayo tukar link sob, banner anda sudah saya pasang di blogku silakan dicek pada postingan Link Exchange, ditunggu yah...

    BalasHapus
  7. jadi menjadi orang bodoh juga tidak salah ya mas.... bahka bisa lebih sukses

    BalasHapus
  8. Hehehehe, Pak Bob memang selalu mengatakan dirinya bodoh, sebab kalau dia pintar maka dia tidak akan menjadi pengusaha sukses seperti skarang. kalau dia pintar, dia paling banter jadi dosen, atau pengamat ekonomi. :D

    BalasHapus
  9. @Mansuka : yaph....setuju

    @Bung Eko : hahaha...bung Eko bisa saja... saya bahkan tidak kepikiran sampai kesana.

    BalasHapus
  10. kalau begitu saya pilih jadi bodoh aja deh..

    BalasHapus
  11. wah...jadi orang pandai n baik yang bermanfaat kayaknya lebih mantap..

    BalasHapus
  12. @Bekasi Bersih : tapi jadi orang bodoh juga mesti bisa seperti yang Om Bob sebutkan toh..

    @Budiarjo : lebih baik seperti itu juga

    BalasHapus
  13. emang bener...
    gk smua orang pinter sukses..
    dan sbalik'a

    orang Bodoh butuh orang pinter untuk di perbudak
    tapi gk slama'a bgitu...

    jangan lupa kunjungi
    Toko Cheat Game On & Off Line Gratis
    ======================================
    ||~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~||
    ||~ http://scd-blogs.blogspot.com/ ~||
    ||~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~||
    ======================================

    Dari Berbagai Sumber,Menyertakan Link,Sehari Update 3 - 10 Kali

    BalasHapus
  14. memang kadang orang bodoh lebih suksess ketimbang orang pinter yang terlalu bangga dengan kepinterannya

    BalasHapus
  15. ada baiknya kali2 kita jadi orang bodoh

    BalasHapus
  16. halo gan ..
    infonya menarik sekali terima askih sudah share info kekita gan

    BalasHapus

Followers

Flickr Images