KSN2017

Sumpah Saudagar Nusantara

21.46.00

Pantas saja kalau ada yang meriang dengan adanya Kopdar Saudagar Nusantara. Bagaimana tidak, bunyi sumpahnya kayak gini :

SUMPAH SAUDAGAR NUSANTARA

Bismillahirrahmanirrahim

1. Kami Saudagar Nusantara memutuskan untuk menjadi pribadi yang berdaya, dari mulai alam rasa, alam fikir, hingga alam tindak kami semua.

2. Kami Saudagar Nusantara berjanji untuk menghadirkan keluarga dan rumah tangga yang berdaya, kami akan hadirkan rumah tangga rumah tangga yang kokoh, rumah tangga yang kuat, dimana anak anak akan tumbuh menjadi kuat, generasi menjadi kuat, dan tempat yang terbaik untuk mengambil energi cinta.

3. Kami Saudagar Nusantara bertekad untuk membangun organisasi bisnis, membangun kekuatan produk, menghadirkan daya saing, memutuskan berjuang dan melawan, dan menolak kalah menolak menyerah.

4. Kami Saudagar Nusantara berjanji untuk mewakafkan diri kami semua, mewakafkan diri kami semua, mewakafkan diri kami semua, untuk aktifitas pemberdayaan di muka bumi nusantara, akan kami bangun forum forum pemberdayaan, akan kami isi forum forum pemberdayaan, dan tidak ada pilihan kecuali Berdaya di negeri sendiri.

5. Kami Saudagar Nusantara bertekat serius untuk, membangun negara Indonesia, mencintai Indonesia, dan tidak akan istirahat, kecuali Indonesia mampu berdaya.

Sumpah Saudagar Nusantara
BERDAYA DI NEGERI SENDIRI

29 Oktober 2017


Bantu sebarkan..
post signature

Motivasi

Sedekah Jor-joran Tanpa Hitungan.. Bikin Iri..!!

10.29.00

Pic : google

Entah kenapa...

Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung-hitungan. MasyaAllah... Iri banget!

Dulu pas sharing di Medan, ada salah satu peserta training bapak-bapak yang perawakannya muda banget. Pas Saya ke belakang, dia ngajak ngobrol dan pengen ketemuan nanti malam di hotel tempat Saya menginap.

Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak-bapak ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans.

Lalu dia ngajak Saya keluar,
"Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".

Saya pikir, kenapa enggak, yasudah... Yuk ah!

Di mobil, Saya ngobrol banyak, tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dulu, kan gak mungkin langsung ngomongin bisnis langsung blak-blakan.

Gak kerasa, nyampe deh tempat makan...

Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul.
Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas banget..

Iseng Saya tanya,
"Udah berapa lama pak?"
Jawab:
"Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..."

Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada bisnis yang lain dong. Hehe

Langsung Saya kepoin,
"Kalau yang lain pak?"
Jawab:
"Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih... Ya gitu deh."

MasyaaAllah... Ini bukan orang sembarangan.

Sambil terkaget2, Saya bilang,
"Pak, banyak amat bisnisnya..."

Sembari bercanda, dia bilang,
"Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."
Yassalam...
Makin kepo nih Saya.
Langsung Saya bilang,
"Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran dong pak?"
Jawab:
"Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.."
Dalam hati Saya bilang, "Wah ini orang assem tenan..."
(Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^)

Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya.

Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!

Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih,

"Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."
Allah ya rabb.. nyess di hati!

Saya gak puas. Minta wejangan lagi,
"Ada lagi gak stadz?"

(Saya tiba2 manggil dia ustadz)
Dia pun menjawab,

"Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi-bagi nasi untuk orang-orang gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Saya ngajar tafsir. Kalau Saya jelasin alasannya, ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah... hehe"
Saya nurut. Sami'na wa atho'na ke Guru, selama ajarannya bener.

Sepulang ke Bandung, wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan.

Hasilnya emang ajaib!

Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata...

Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar-besar, omsetnya pun miliaran, tapi nggak pernah berhenti berbagi. Harta maupun ilmu.

Nah, Saya iri sama orang macam begini. Kepengen deh kaya dia. Allah..

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)

Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa-apa ternyata dalam Islam...

Semoga sharing singkat Saya hari ini, bermanfaat untuk Anda. Aamiin...

Oleh : Dewa Eka Prayoga

MUI

Ilmu Masih Dangkal dan Nyinyir.

00.05.00

Dulu, waktu saya masih muda (sekarang sih masih muda juga), saya suka nyinyir dengan Majelis Ulama Indonesia. Usia saya waktu itu berbilang mahasiswa, baru lulus. Saya nyinyir sekali setiap MUI merilis fatwa.

Hingga pada suatu hari, saking nyinyirnya, ada teman yang menegur (karena dia mungkin sudah tidak tahan lihat saya nyinyir dimana-mana), “Bro, jangan-jangan, kitalah yang ilmunya dangkal. Bukan MUI-nya yang lebay. Tapi kitalah yang tidak pernah belajar agama sendiri.”

Muka saya langsung merah padam, tidak terima. Ini teman ngajak bertengkar. Enak saja dia bilang ilmu saya dangkal. Tapi sebelum saya ngamuk, teman saya lebih dulu bilang dengan lembut, “Jangan marah, bro. Mending pegang kertas dan pulpen gue, nih. Mari kita daftar hal-hal berikut ini. Kalau sudah didaftar, nanti boleh marah-marah.” Baik. Karena dia ini teman baik saya, maka saya nurut, ambil pulpen dan kertasnya.

“Pertama, kapan terakhir kali kita baca Al Qur’an lengkap dengan terjemahan dan tafsirnya?” Saya bengong. “Tulis saja, bro. Kapan?” Saya menelan ludah. Berusaha mengingat-ingat. “Kedua, kapan terakhir kali kita baca kitab hadist, Sahih Bukhari, Sahih Muslim, dibaca satu persatu, dipelajari secara seksama?” Saya benar-benar terdiam. “Ketiga, kapan terakhir kita duduk di kajian ilmu yg diisi guru-guru agama? Ayo, bro ditulis saja, kapan terakhir kali?”

Saya benar-benar kena skak-mat. Termangu menatap kertas di atas meja.

“Ayo bro, ditulis. Kapan? Apakah kita tiap hari, tiap minggu telah melakukannya? Apakah baru tadi pagi kita baca tafsir Al Qur’an? Baru tadi malam, baca kitab-kitab karangan Imam Ghazali, dan sebagainya? Saya benar-benar jadi malu.

“Nah, itulah kenapa jangan-jangan kita suka nyinyir dengan fatwa MUI, suka nyinyir dengan ulama, karena kita merasa sudah paling berpengetahuan, paling paham tentang agama, tapi kenyataannya, kita cuma modal pandai bicara saja, pandai bersilat lidah.

Belum lagi kalau ditanya: apakah kita sudah rajin shalat 5 waktu, apakah kita sudah rajin puasa Senin-Kamis, Shalat tahajjud, jangan-jangan kita malah tidak pernah. Bro, kita nyinyir dengan MUI, karena kita tidak suka saja, sentimen dengan mereka, dangkal pengetahuannya. Saat kita belajar betulan ilmu agama, barulah kita nyadar, kita sebenarnya justru sentimen dengan Al Qur’an, dengan Nabi, dengan agama sendiri. Karena yang disampaikan oleh MUI itu, semua ada di kitab suci dan hadist.”

Pic : Google.com

post signature

Bom Jakarta

Teror Bom Jakarta dan Pemikiran Nyeleneh

13.49.00

Hari ini, 14 Januari 2016.

Terjadi ledakan bom di Jakarta. Targetnya pos polisi, rumah makan american branded..

Ah... agak sedikit telat tuk merayakan tahun baru. Tapi mungkin ini tahun baru tandingan.

Diluar konteks duka kita, bela sungkawa kita terhadap korban.

Rakyat akan diajak berpikir apa motivnya, mengapa? apa tujuannya? siapa pelakunya? yg pasti, tujuannya bukan dalam rangka mengubah sarinah menjadi syahrini, apalagi jadi saritem.

Jawaban yg akan kita temukan di media, sudah di setting sedemikian rupa oleh mastermind plannernya.

Opini kita akan terbntuk jika nonton TV sekarang. Kita cenderung berpikir jika ledakannya di Pos Polisi, maka pelakunya pasti teroris, ISIS.

Jika terjadi ledakan di Rumah makan Amerika Brand... maka opini langsung bergerak bahwa ini adalah perbuatan agama fanatik extreme.

TV menjadi media tuk mengarahkan opini publik ke arah tertntu.

Kejadian belum ada sejam, itu di TV sudah ada narasumber.
Dan itu narasumber sudah disiapin utk manas-manasin.

Kayaknya itu narasuber dah lancar bener memberikan info tentang ledakan bom yg baru saja terjadi.

Memberikan info gak jelas. tujuannya apa?

Pembodohan Massal.
Pembunuhan Intelektual.

Dan inilah teror yg sebenarnya.

TEROR MEDIA...!!!

post signature

Cak Lontong

Tips Mudik Ala Lies Hartono

17.38.00

cendikianews.com

Lies Hartono atau yang lebih dikenal dengan Cak Lontong merupakan salah satu komedian Indonesia yang banyak memberikan warna di dunia pertelevisian. Bahkan setiap kata-kata muncul darinya selalu dijadikan meme oleh sebagian orang. Lawakannya sederhana dan disampaikan dengan bahasa baku terstruktur, namun mengandung logika absurd yang menantang pendengar untuk berpikir. Salah satunya tips mudik lucu yang digadang-gadang berasal dari pria kelahiran Magetan, 7 Oktober 1970 ini, sempat muncul di beberapa media sosial.

1. Sebelum mudik, periksa kembali apakah rumah anda sudah dalam keadaan terkunci dan pastikan anda sudah tidak berada di dalamnya.

2. Pasang lah alat pengamanan tambahan pada rumah anda seperti: police line/garis polisi, papan pengumuman bertuliskan Rumah ini Dalam Pengawasan KPK, atau setting eksterior rumah anda spt rumah angker.

3. Jika Mudik menggunakan Pesawat Terbang atau Kapal Laut, usahakan jangan naik apalagi turun di tengah perjalanan.

4. Jika Mudik menggunakan Bus, pastikan wujudnya Panjang, Rodanya Besar & Banyak Jendelanya, Jika tidak, bisa jadi itu cuma Odong-odong.

5. Waspada terhadap orang asing yang Berbaik hati menawarkan Minuman-Makanan. Demi keamanan usahakan minta Mentahnya saja.

6. Mengantisipasi sesaknya penumpang, hindari membawa barang yang tidak perlu seperti: Meja Makan, Tangga, Kulkas, mesin cuci, Gen set, Kasur, Sofa apalagi piano.

7. Bawa bajunya jangan banyak-banyak karena ini mudik, bukan minggat.

8. Tips Mudik Terakhir yang PALING PENTING adalah Pastikan anda punya Kampung Halaman.

Demikian tips mudik dari cak lontong, semoga bermanfaat memberi kebahagiaan untuk kita semua.

:D


post signature

Highway Patrol

Mobil Polisi Maju Mundur Cantik, Dapat Duit

15.49.00

Kembali beredar video yang memperlihatkan aparat penegak hukum khususnya Polisi mempermalukan instusi itu sendiri.

Dalam video yang beredar di akun Facebook Tempat Hiburannya Orang Indonesia memperlihat mobil mirip patroli Polisi sedang menguntit truk bermuatan lebih.

Eh ternyata, Polisi yang didalam mobil itu tidak menindak dengan menilang atau lainnya. Tetapi supir truk yang membawa muatan lebih itu turun menghampiri jendela kiri mobil patroli. Kemudian si supir kembali ke truknya dan melanjutkan perjalanan.

Pemandangan ini juga terlihat ketika supir pick up dengan kelebihan muatan ikut menghampiri mobil dalam waktu singkat kemudian kembali mengemudikan kendaraannya.

Anehnya, mobil mirip patroli Polisi itu memundurkan kendaraanya di jalanan ramai seperti di jalan Tol.


Source :  https://www.facebook.com/video.php?v=447590432062879&set=vb.396956530459603&type=2&theater;


post signature

Followers

Flickr Images