64 TAHUN BANGSA INI MENGAPRESIASI KATA MERDEKA

15.33.00

Bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya, tiap tanggal 17 Agustus. Kemerdekaan itukini telah memasuki usianya yang ke 64. Banyak cara yang di lakukan bangsa ini untuk memperingati hari kemerdekaannya, baik itu yang sifatnya konstruktif dan sesuai memaknai kemerdekaan, maupun kegiatan yang bersifat hura-hura, berlebih lebih dan terkesan buang buang uang.

Ada kegiatan yang mengundang untuk merenung sejauh mana kemerdekaan ini telah di syukuri. Ada pula yang mendiskusikan makna kemerdekaan sambilmengajukan pertanyaan yang provokatif, seperti benarkah kita telah merdeka?

Setelah berakhirnya era Orde Baru, sebagian pendapat bahwa merdeka itu haruslah merdeka dari pajak,bebas berekspresi dalam pengertian yang luas, contohnya dalam berpakaian, apakah pakaian itu mengubar aurat atau tidak, yang penting nyaman di pakai dan modis. Bebas berkarya, namun tidak terpikirkan apakah karya itu membangun ataujustru merusak moral bangsa, terlebih lagi bagi moral generasi muda. Bebas menyatakan pendapat, dengan catatan apakah pendapatnya itu sudah melalui pertimbangan yang matang dan di dukung oleh fakta yang benar atau sekedar membuat opini murahan untuk mendapat perhatian dan kedudukan.

Namun dapatkah di pastikan jika kita merdeka dari hal terdebut diatas, kita benar sudah merdeka? Lalu mengapa ada sebagian berpendapat apa yang menjadi menyebabnya kita merasa tidak perah bebas dan merdeka, senantiasa merasa terkekang dan dibatasi? Da tidak pernah merdeka dan merasa itu akibat system yang berlaku?

Allah SWT telah mengingatkan bahwa kebinasaan itu akan terjadi akibat dari mengikuti hawanafsu, karena berada dibawah pengusahaan hawa nafsu dan tidak mau terlepas dari pengudahaannya, malah sebaliknya tunduk danmengikuti kehendaknya membuat seseorang tidak merasaakan merdeka.

Allah SWT memerintahkan untuk tidak mengikuti perintah dankemauan hawa nafsu, dan kita di perintahkan untukmdapat mengendalikan dan tidak tuduk oleh hawa nafsu.

Hawa nafsu mengandung pengertian kecendrungan hati kepada hal yang disukai dan dicintai yang tidak ada kaitanya dengan urusan akhirat, seperti perkara yang melalaikan, mengiurkan, melenakan, takabur, riya, sombong, cinta dunia, suka berkata kasar, berkelebihan, mengubar nafsu syawat sampai kufur nik’nat.

Hendaknya kita dapat mengekang hawa nafsu, berarti menjauhi perintah hawa nafsu yang keji dan jahat. Secara alamiah, nafsu memang memiliki sifat sentiasa menyusruh kita melakukan perbuatan keji dan jahat.

Pertanyaan yang ada kini adalah apakah secara system akan kita biarkan begitu saj,kira kira apa yang menyebabkan seseorang atau sekelompok masyarakat dapat mengusai orang lain, menjajah orang lain, memakan hak milik orang lain, melanggar aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan, juga ingin melanggar perintah dan larangan Allah SWT?

dari DEMOKRASI UNTUK INDONESIA

SALAM KEMERDEKAAN....!!!!

You Might Also Like

1 komentar

  1. Merdeka, Bung. Semoga bangsa kita jadi bangsa yang jaya, sebagaimana Nusantara dulu!

    Bung, Blogger Ciputat dah pindah ke alamat baru nih, http://bloggerciputat.com/. Blogrollnya mohon diganti ya. Nama sampeyan udah mejeng di sana. Thanks

    BalasHapus

Followers

Flickr Images